By Memo Arema on May 21, 2011 with Comments 0
Usia remaja tidak menjamin seorang pemuda bersikap lugu. Apalagi jika remaja ini gemar nonton film porno. Jika iman lemah, maka anunya bisa berangasan seperti kobra. Akibatnya, bisa ditebak. Perkosaan pun bisa terjadi. Seperti yang dialami, seorang santriwati yang masih berusia 16 tahun, sebut saja namanya Mawar, warga Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.
__________________________
Tak sekedar disetubuhi, gadis perawan ini menjadi korban kekerasan seksual. Korban diperkosa di dalam sebuah rumah di Kelurahan Kowel, Kabupaten Pamekasan. Akibatnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Pamekasan didampingi sejumlah kerabatnya.
Keterangan yang dihimpun mengungkapkan, sebelum menjadi korban pencabulan, Sabtu (14/5) sekitar pukul 16.00, korban yang mondok di sebuah pesantren di Kelurahan Kowel, pamit kepada pengurus pesantren untuk main ke rumah Ulfatin, sahabatnya yang tinggal di Desa Larangan Badung.
Tiba di rumah sahabatnya, korban menumpang mandi dan mengatakan niatnya untuk bermalam. Menjelang pukul 20.00, tiba-tiba tersangka FAZ (17) yang tinggal di Jl Brawijaya, main ke rumah Ulfatin dan mengajak korban nonton balap liar di kawasan Monumen Arek Lancor. Usai nonton balap liar, tersangka bukannya memulangkan korban ke rumah Ulfatin. Namun, pelaku malah mengajak korban begadang hingga subuh di kawasan pantai wisata Talang Siring.
Ironisnya, aksi bejat itu dilakukan di rumah teman pelaku berinisial HDR (17) di bilangan Kelurahan Kowel. Sebelum mencabuli korban, pelaku sempat memaksa korban dengan cara memelintir leher korban.
”Pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.00, FAZ mengajak korban ke rumah temannya, HDR yang rumahnya berada dibelakang sekolah FAZ. Korban menginap di sana dan pada pukul 00.00, korban diperkosa,” kata Suhairi, kerabat korban.
Diakui Suhairi, saat akan diperkosa, korban berteriak dan melakukan perlawanan. Namun, FAZ tetap memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Korban dipaksa melakukan oral seks dengan rambut kepala ditarik-tarik dan lehernya diplintir.
“Korban akhirnya diantar pulang ke pondok pada pukul 07.00, Senin (16/5). Korban gelisah dan kerap murung. Dia lantas pulang ke rumah saudaranya. Saat itu, korban masih murung. Karena ada gelagat mencurigakan, beberapa kerbatnya akhirnya menanyakan apa yang telah terjadi. Dan korban akhirnya menceritakan bahwa telah diperkosa,” ujar Suhairi. Hingga kini, korban dengan menangis tersedu-sedu masih menjalani pemeriksaan di ruang PPA Polres Pamekasan.(dtc/bjc/yan)
Sumber: http://memoarema.com/kopi-ketan/siswa-sman-paksa-santriwati-oral-seks-sampai-muntah-leher-dipelintir-dijambak-diperkosa-sampai-nangis/
Usia remaja tidak menjamin seorang pemuda bersikap lugu. Apalagi jika remaja ini gemar nonton film porno. Jika iman lemah, maka anunya bisa berangasan seperti kobra. Akibatnya, bisa ditebak. Perkosaan pun bisa terjadi. Seperti yang dialami, seorang santriwati yang masih berusia 16 tahun, sebut saja namanya Mawar, warga Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.
__________________________
Tak sekedar disetubuhi, gadis perawan ini menjadi korban kekerasan seksual. Korban diperkosa di dalam sebuah rumah di Kelurahan Kowel, Kabupaten Pamekasan. Akibatnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Pamekasan didampingi sejumlah kerabatnya.
Keterangan yang dihimpun mengungkapkan, sebelum menjadi korban pencabulan, Sabtu (14/5) sekitar pukul 16.00, korban yang mondok di sebuah pesantren di Kelurahan Kowel, pamit kepada pengurus pesantren untuk main ke rumah Ulfatin, sahabatnya yang tinggal di Desa Larangan Badung.
Tiba di rumah sahabatnya, korban menumpang mandi dan mengatakan niatnya untuk bermalam. Menjelang pukul 20.00, tiba-tiba tersangka FAZ (17) yang tinggal di Jl Brawijaya, main ke rumah Ulfatin dan mengajak korban nonton balap liar di kawasan Monumen Arek Lancor. Usai nonton balap liar, tersangka bukannya memulangkan korban ke rumah Ulfatin. Namun, pelaku malah mengajak korban begadang hingga subuh di kawasan pantai wisata Talang Siring.
Ironisnya, aksi bejat itu dilakukan di rumah teman pelaku berinisial HDR (17) di bilangan Kelurahan Kowel. Sebelum mencabuli korban, pelaku sempat memaksa korban dengan cara memelintir leher korban.
”Pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.00, FAZ mengajak korban ke rumah temannya, HDR yang rumahnya berada dibelakang sekolah FAZ. Korban menginap di sana dan pada pukul 00.00, korban diperkosa,” kata Suhairi, kerabat korban.
Diakui Suhairi, saat akan diperkosa, korban berteriak dan melakukan perlawanan. Namun, FAZ tetap memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Korban dipaksa melakukan oral seks dengan rambut kepala ditarik-tarik dan lehernya diplintir.
“Korban akhirnya diantar pulang ke pondok pada pukul 07.00, Senin (16/5). Korban gelisah dan kerap murung. Dia lantas pulang ke rumah saudaranya. Saat itu, korban masih murung. Karena ada gelagat mencurigakan, beberapa kerbatnya akhirnya menanyakan apa yang telah terjadi. Dan korban akhirnya menceritakan bahwa telah diperkosa,” ujar Suhairi. Hingga kini, korban dengan menangis tersedu-sedu masih menjalani pemeriksaan di ruang PPA Polres Pamekasan.(dtc/bjc/yan)
Sumber: http://memoarema.com/kopi-ketan/siswa-sman-paksa-santriwati-oral-seks-sampai-muntah-leher-dipelintir-dijambak-diperkosa-sampai-nangis/
No comments:
Post a Comment